Hubungi Kami
Plaza Golden Fatmawati (D' best) Blok J 8
Jl. RS Fatmawati 15, Jakarta 12420
Ph : +62-21-75916012 - 16
Fx : +62-21-75915802 - 03
Email : info@tgp.co.id
Web : www.tgp.co.id
Area Kerja Kami
- Capacity Building and Trainning Development
- Energy Development
- Environmental and Sanitation Development
- Infrastructure Development
- Transportation Development
- Water Resources Development
Indonesia Harus Tingkatkan Kesiapan Hadapi MEA 2015
www.investor.co.id, 23 Juni 2014

JAKARTA-Hanya dalam jangka waktu satu tahun Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang dimana barang dan jasa, investasi dan juga pasar tenaga kerja akan menjadi arus bebas (tanpa hambatan).
Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi Indonesia. dari segi konsumen mungkin ini akan menguntungkan karena akan munculnya barang - barang dengan jumlah yang lebih banyak dan harga yang kompetitif, sehingga memberikan opsi lebih kepada konsumen.
"Namun dari segi produsen, sesungguhnya Indonesia ada di posisi yang tidak terlalu menguntungkan, karena Indonesia sendiri adalah pasar yang paling besar di antara negara - negara ASEAN yang lain," kata pengusaha muda, M.Pradana Indraputra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Belum lama ini Pradana hadir dalam acara Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia ASEAN Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang diselenggarakan di Denpasar, Bali.
Indonesia, kata dia, lebih menjadi objek daripada subjek perdagangan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.
BIcara soal penarikan investasi ke dalam negeri sesungguhnya menjadi hal yang menarik, karena seharusnya Indonesia menjadi ladang investasi untuk bisa membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak.
"Tetapi menurut data world bank di doing business survey Indonesia ada di peringkat 120 dari 182 negara di dunia dalam kemudahan investasi / memulai bisnis," ujarnyaa. Menurut dia, pemerintah harus membenahi perihal birokrasi agar Investasi bisa mengucur ke Indonesia, tentunya dengan prasayarat keuntungan yang seimbang / pembagian saham yang seimbang, dan malah bukan menguntungkan pihak asing.
"Pemuda sendiri harus bisa terus berkembang sehingga bisa bersaing dengan pemuda - pemuda lain dari negara - negara ASEAN. Pengangguran dengan AEC seharusnya berkurang karena lapangan pekerjaan bertambah yang disebabkan investasi masuk ke Indonesia, tapi pertanyaannya bukan lagi soal jumlah pengangguran tetapi soal siapa yang menjadi tuan di tanah sendiri," katanya.
Diperkirakan banyak pemuda Indonesia hanya bisa mencapai low-middle level management, dan top level management direbut oleh pemuda - pemuda asing karena dari peringkat universitas sendiri Indonesia jauh dari universitas - universitas top di Malaysia, Singapura dan Thailand.
Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah tidak dapat dielakkan lagi, yang menjadi pr terbesar bagi pemuda Indonesia adalah mempersiapkan diri untuk bersaing dengan orang - orang asing dan yang menjadi pr pemerintah adalah membantu unit - unit usaha untuk bisa bersaing dengan usaha negara lain, baik skala kecil, menengah / besar.
"Internasionalisme tidak dapat hidup subur jika tidak hidup dari akarnya nasionalisme, dan Nasionalisme tidak dapat hidup subur jika tidak hidup di taman sarinya Internasionalisme. Soekarno 1 Juni 1945," katanya. (mam/ID)
(Sumber : Investor Daily Indonesia)
Berita Terakhir :
30 Januari 2026 - Di Balik Gedung Ikonik dan Proyek Raksasa, Begini Wajah Konstruksi Indonesia 2025
27 Oktober 2025 - Dirjen Migas Saksikan Penandatanganan Kontrak Manajemen Konstruksi Pembangunan DUSEM Segmen 1, Upaya Wujudkan Ketahanan Energi Nasional
23 September 2025 - IKN Menuju Ibu Kota Politik 2028, Ini Tahapannya


